Sundanese, hiburan, tips kesehatan, kecantikan, gaya hidup, and more!

Papatah kolot baheula bahasa sunda dan artinya!

by Kustian , at 9:50:00 PM , have 0 komentar

Pepatah sunda adalah kata-kata dari orang-orang sunda terdahulu yang didalamnya terdapat makna lewat ungkapan yang bisa kita ambil untuk bekal diri kita masing-masing, supaya dapat lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan nanti kedepannya.

Papatah kolot baheula diketahui dan diturunkan secara turun temurun dari orang-orang sunda terdahulu dari mulut ke mulut. Namun, dijaman modern seperti sekarang ini, kita bisa dengan mudah membacanya lewat tulisan, dengan adanya media internet seperti pepatah sunda yang akan anda baca sekarang.

Pepatah sunda kolot baheula dan artinya

Pepatah sunda kolot baheula dan artinya

Di bawah ini merupakan sebagian kecil contoh pepatah sunda dari orang tua terdahulu yang dapat saya sampaikan, karna pepatah dalam bahasa sunda itu jumlahnya sangat banyak sekali.

(Baca juga: Update, Kumpulan Kata Mutiara Sunda Nasehat!)

Paribasa atau pepatah kolot baheula ini sudah saya artikan kedalam bentuk bahasa indonesia. Meskipun tidak sama persis, namun begitulah kira-kira makna yang terkandung atau yang ada di dalamnya.

Pepatah sunda kolot baheula tentang hubungan sesama makhluk hidup


Kudu silih asih, silih asah, jeung silih asuh (Kita harus saling mengasihi, mengasah, dan juga saling mengasuh antar sesama manusia)
Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek (Kalau kita mau mengambil sesuatu itu, harus izin dulu dengan yang punya)
Kalakuan keok memeh dipacok (Jangan menyerah sebelum mencoba)
Sacangreud pageuh sagolek pangkek (Apa yang kita lakukan harus di iringi dengan komitmen dan konsisten)
Kalakuan lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat kalakuan lali tina purwadaksina (Kita harus menuruti etika atau sesuatu yang sudah di tentukan)
Kudu bisa kabulu kabale (Kita harus dapat menyesuaikan diri dimana saja berada)
Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang (Jangan asal, apa yang kita lakukan harus sesuai)
Kudu hade gogod hade tagog (Kita harus menjaga tingkah laku diri yang baik)
Pondok jodo panjang baraya (Rasa persaudaraan harus tetap dijaga)
Kalakuan ngaliarkeun taleus ateul (Jangan suka menyebarkan fitnah atau isu yang tidak benar)
Bengkung ngariung bongok ngaronyok (Jika kita menghadapi suatu kesulitan atau masalah pecahkan secara bersama-sama)
Bobot pangayun timbang taraju (Apa yang akan kita lakukan harus di pertimbangan terlebih dahulu)
Sejen palid ku cikiih sejen datang ku cileuncang (Sebelum melangkah, kita harus punya tujuan dahulu)
Kudu nepi memeh indit (Sesuatu yang penting itu harus di dahulukan)
Kalakuan pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian (Jangan berebut kekuasaan)
Kalakuan ngukur baju sasereg awak (Jangan hanya melihat seseorang dari luarnya saja)
Kalakuan nyaliksik ku buuk leutik (Jangan memperalat orang yang sudah lemah)
Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih (Agar menjadi bisa, kita harus terus mencari tahu dan belajar tentang suatu hal tersebut)
Cai karacak ninggang batu laun laun jadi dekok (Harus punya tekad dan semangat yang pantang mundur)
Neangan luang tipapada urang (Belajar mencari pengalaman baru dari orang yang sudah berpengalaman di bidangnya)
Nu sejen kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun (Yang benar harus dibenarkan dan yang salah harus disalahkan)
Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay leungeun (Harus bersama-sama dalam melakukan sesuatu agar lebih mudah)
Kalakuan taluk pedah laer tong hoream pedah anggang laer kudu dijugjug anggang kudu diteang (maju terus dan pantang mundur)
Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak (Kita harus tetap kompak dan tetap bersama-sama agar kuat)

Pepatah sunda kolot baheula tentang hubungan dengan sang pencipta



Mulih kajati mulang ka asal (Segala sesuatunya pasti akan kembali lagi kepada yang maha kuasa)
Dihin pinasti anyar pinanggih (Segala sesuatunya sudah ditakdirkan dari yang maha kuasa)
Melak cabe jadi cabe melak bonteng jadi bonteng, melak hade jadi hade melak goreng jadi goreng (Apa yang kita lakukan itulah yang akan kita dapatkan nantinya)
Manuk hiber ku jangjangna jalma hirup ku akalna (Gunakan akal kita dengan sebaik mungkin)
Nimu luang tina burang (Semua kejadian pasti ada hikmanya, jadi berfikirah dengan positif)
Omat urang kudu bisa ngaji diri (Kita harus bisa mengintropeksi diri jangan bisanya selalu menyalahkan orang lain)
Urang kudu jadi ajug kalakuan jadi lilin (Kita jangan hanya bisa memberi nasihat, tapi diri kita sendiri pun masih salah)

Pepatah sunda kolot baheula tentang hubungan dengan alam


Gunung teu meunang di lebur, sagara teu meunang di ruksak, buyut teu meunang di rempak (Jangan merusak alam seperti gunung, kita harus bisa selaras dengan alam)
Tatangkalan dileuweung teh kudu di pupusti (Semua pohon yang ada di hutan itu harus kita rawat dan jaga)
Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak (Jika hutan dirusak, air tidak ada, kita sendiri nantinya yang akan sengsara)

Baca juga:
Kumpulan pantun lucu bahasa sunda bikin kamu cengar cengir!

Artikel Lainnya :
Inilah 2 Penyebab Utama Ponsel Android Mu Menjadi Lemot!
"11 Panduan" Tips Membeli Ponsel Android Yang Bagus!
Ponsel Android Mu Jadi Lemot? Ini Dia 10 Tips Jitunya!

Nah bagaimana? Mungkin hanya itu dulu untuk contoh pepatah sunda kolot baheula dan artinya, yang bisa saya tuliskan di putrasunda.com. Semoga ada manfaat dan hikmahnya yang bisa kita ambil dari pepatah diatas, tentunya agar kita bisa lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan ini nantinya, amin.





Papatah kolot baheula bahasa sunda dan artinya!
Papatah kolot baheula bahasa sunda dan artinya! - written by Kustian , published at 9:50:00 PM, categorized as Pepatah sunda . And have 0 komentar
No comment Add a comment
Cancel Reply
GetID
Copyright ©2016 Putrasunda.com